Hadis 9


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ ابْتَاعَ طَعَامًا، فَلَا يَبِعْهُ حَتَّى يَسْتَوْفِيَهُ.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa yang membeli makanan, hendaknya tidak menjual kembali sampai ia memilikinya dengan sempurna.

Pesan-pesan hadis:

  1. Islam membolehkan jual beli atau perdagangan.
  2. Namun Islam tidak memperbolehkan seseorang menjual barang yang belum menjadi haknya.
  3. Satu dari beberapa cara pemindahan hak adalah ketika pembeli sudah memenuhi persyaratan jual beli yang sempurna.

Sahih Muslim, hadis no. 2810.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 1980, 1982, 1989 dan 1992; al-Nasa’i, hadis no. 4518 dan 4519; Abu Daud, hadis no. 3029; Ibn Majah, hadis no. 2217; Ahmad, hadis no. 4506, 4820, 4984, 5052, 5243, 5596 dan 5634; Malik, hadis no. 1154 dan 1155; dan al-Darimi, hadis no. 2446.