قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ وَعَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ وَزَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ كُلُّهُمْ يُخْبِرُهُ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
لَا يَنْظُرُ اللَّهُ إِلَى مَنْ جَرَّ ثَوْبَهُ خُيَلَاءَ.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’ dan ‘Abdullah ibn Dinar dan Zaid ibn Aslam mereka semua mengabarkannya: dari Ibn Umar bahwa Rasulullah saw bersabda:
Allah tidak akan melihat orang yang memanjangkan pakaiannya karena sombong.
Pesan-pesan hadis:
- Larangan untuk berperilaku sombong.
- Kehormatan dan kemuliaan seseorang bukan ditentukan oleh bentuk luarnya saja.
- Allah lebih menilai orang dari batinnya, bukan zahirnya.