Hadis 4


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

لَا يَتَحَرَّى أَحَدُكُمْ، فَيُصَلِّيَ عِنْدَ طُلُوعِ الشَّمْسِ، وَلَا عِنْدَ غُرُوبِهَا.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Janganlah kamu menunggu-nunggu waktu shalat sehingga mengerjakan shalat ketika matahari terbit, dan jangan pula pada waktu matahari terbenam.

Pesan-pesan hadis:

  1. Tidak disarankan seseorang untuk shalat sunnah ketika matahari baru terbit.
  2. Dan tidak juga disarankan seorang muslim untuk shalat sunnah ketika matahari akan tenggelam.
  3. Shalat di waktu terlarang dimaksudkan untuk menjaga kemurnian iman seseorang.

Sahih Muslim, hadis no. 1369.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 548; al-Nasa’i, hadis no. 560, 561 dan 567; Ahmad, hadis no. 4383, 4465, 4541, 4608, 4653, 5049 dan 5570; dan Malik, hadis no. 460.