قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ حَفْصَةَ أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ أَخْبَرَتْهُ:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا سَكَتَ الْمُؤَذِّنُ مِنْ الْأَذَانِ لِصَلَاةِ الصُّبْحِ، وَبَدَا الصُّبْحُ، رَكَعَ رَكْعَتَيْنِ خَفِيفَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ تُقَامَ الصَّلَاةُ.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar, bahwa Hafsah Umul Mukminin mengabarinya :
Bahwa jika mu’adzin diam dari adzan shalat subuh, dan subuh pun telah nampak, maka Rasulullah saw melakukan shalat dua rakaat ringan sebelum shalat (subuh) ditunaikan.
Pesan-pesan hadis:
- Rasulullah saw melaksanakan shalat qobliyah subuh.
- Waktu shalat qobliyah adalah setelah adzan selesai dan iqomah belum dikumandangkan.
- Shalat qobliyah subuh Rasulullah saw tidak lama.