Hadis 34


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الثَّمَرِ حَتَّى يَبْدُوَ صَلَاحُهَا، نَهَى الْبَائِعَ وَالْمُبْتَاعَ.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar ra :

Bahwa Rasulullah saw melarang menjual buah-buahan hingga tampak matangnya, beliau melarang (hal itu) kepada penjual dan pembeli.

Pesan-pesan hadis:

  1. Bentuk Perdagangan yang dilarang adalah menjual buah yang baru muncul (ijon).
  2. Jenis ini dilarang karena ada yang dirugikan.
  3. Larangan itu akan hilang dengan sendirinya jika buah itu sudah masak atau diketahui bentuk ukurannya.

Sahih Muslim, hadis no. 2827.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 1391, 2026, 2027, 2035, 2036 dan 2044; al-Nasa’i, hadis no. 3860 dan 4443-4448; Abu Daud, hadis no. 2923 dan 2924; Ibn Majah, hadis no. 2205 dan 2256; Ahmad, hadis no. 4296, 4705, 4756, 4816, 4888, 4937, 5040, 5216, 5263, 5785, 6088 dan 20683; Malik, hadis no. 1127 dan 1140; dan al-Darimi, hadis no. 2442.