قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَاخَ بِالْبَطْحَاءِ الَّتِي بِذِي الْحُلَيْفَةِ، فَصَلَّى بِهَا. وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَفْعَلُ ذَلِكَ.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Abdullah ibn Umar ra:
Bahwa Rasulullah saw singgah di Bathha’ di daerah di Dzul Hulaifah, lalu beliau shalat di situ. Dan Abdullah Ibn Umar ra juga senantiasa berbuat demikian.
Pesan-pesan hadis:
- Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah saw juga mempunyai daerah pilihan untuk beristirahat.
- Satu dari tempat itu adalah Bathha’ di daerah Dzul Hulaifah.
- Abdullah Ibn Umar ra selalu meniru Rasulullah saw sampai pada tempat istirahatnya.