قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ وَعَبْدِ اللهِ بْنِ دِينَارٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ، صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’ dan Abdullah ibn Dinar, dari Ibn Umar ra, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw tentang shalat malam, maka Rasulullah saw bersabda:
Shalat malam itu dua rakaat dua rakaat, jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu subuh, maka shalatlah satu raka’at sebagai witir (penutup) bagi shalat yang telah dilaksanakan sebelumnya.
Pesan-pesan hadis:
- Raka’at shalat tahajjud adalah dua, lalu dua dan seterusnya.
- Bilangan shalat malam tidak terbatas.
- Shalat witir boleh dilakukan satu raka’at.