قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الْقِبْلَةِ فَحَكَّهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلَا يَبْصُقْ قِبَلَ وَجْهِهِ، فَإِنَّ اللَّهَ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya at-Tamimi, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Abdullah ibn Umar ra:
Bahwa Rasulullah saw (pada suatu ketika) melihat ludah di dinding masjid arah kiblat, lalu Beliau menggosoknya, kemudian Beliau menghadap kepada orang-orang seraya bersabda:
Apabila seseorang dari kamu sedang shalat, maka janganlah meludah ke arah depan, karena Allah berada di hadapannya ketika ia melaksanakan shalat.
Pesan-pesan hadis:
- Jika terdapat sesuatu kesalahan, maka perbaikilah.
- Jika bisa, lakukan sendiri perbaikan itu.
- Jika terjadi suatu kesalahan yang umum, tidak perlu mencari tahu siapa pelakunya, cukup untuk mengingatkan dan memperbaikinya.