Hadis 23


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى، عَنْ الْوِصَالِ قَالُوا إِنَّكَ تُوَاصِلُ قَالَ:

إِنِّي لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ إِنِّي أُطْعَمُ وَأُسْقَى.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar ra:

Bahwa Nabi saw melarang puasa wishal. Maka para sahabat pun berkata: Bukankah Anda sendiri melakukan puasa wishal? Beliau bersabda:

Sesungguhnya aku tidaklah sama dengan kalian, karena aku diberi makan dan minum (oleh Rabb-ku).

Pesan-pesan hadis:

  1. Rasulullah saw melarang puasa wishal yang menyambung dengan malam atau bahkan esok.
  2. Rasulullah saw berbeda dengan manusia biasa.
  3. Di antara kelebihan yang diberikan Allah swt kepada Nabi Muhammad saw adalah memberinya makan dari makanan langit.

Sahih Muslim, hadis no. 1844.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 1788; Abu Daud, hadis no. 2013; Ahmad, hadis no. 4491, 4522, 5533, 5647, 5851, 6017 dan 6125; dan Malik, hadis no. 590.