قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رِجَالًا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُرُوا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْمَنَامِ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:
أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ تَوَاطَأَتْ فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ، فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَا فَلْيَتَحَرَّهَا فِي السَّبْعِ الْأَوَاخِرِ.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar ra, bahwa beberapa laki-laki dari sahabat Nabi saw bermimpi bahwa Lailatul Qadr terdapat pada tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadhan). Maka Rasulullah saw bersabda:
Aku memandang bahwa mimpi kalian tentang Lailatul Qadr tepat terjadi pada tujuh malam terakhir (bulan Ramadhan), maka siapa yang mau mendekatkan diri kepada Allah dengan mencarinya, lakukanlah pada tujuh malam terakhir.
Pesan-pesan hadis:
- Prinsipnya, malam Lailatul Qadr tidak diketahui persis malam turunnya.
- Namun paling sering terjadi adalah di malam 27.
- Jangan lupa untuk ihya (menghidupkan sunnah) di malam ke 27 Ramadhan di setiap tahunnya.