Hadis 16


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِنَّمَا مَثَلُ صَاحِبِ الْقُرْآنِ، كَمَثَلِ الْإِبِلِ الْمُعَقَّلَةِ، إِنْ عَاهَدَ عَلَيْهَا أَمْسَكَهَا، وَإِنْ أَطْلَقَهَا ذَهَبَتْ.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Abdullah ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Perumpamaan orang yang hafal al-Qur`an, ialah seperti unta yang ditambatkan. Jika ia tetap diawasi, dia akan tetap tertambat, tetapi jika ia dibiarkan maka akan lepas.

Pesan-pesan hadis:

  1. Sesuatu yang mendapatkan perhatian penuh akan berdampak positif.
  2. Cara menjaga hafalan al-Qur’an adalah dengan mengulang-ulang bacaan hafalannya tersebut.
  3. Mengajarkan ilmu dengan metode analogi adalah salah satu bentuk metode pengajaran yang diterapkan oleh Rasulullah saw.

Sahih Muslim, hadis no. 1313.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 4643; al-Nasa’i, hadis no. 933; Ibn Majah, hadis no. 3773; Ahmad, hadis no. 4436, 4529, 4613, 4687, 5063 dan 5653; dan Malik, hadis no. 424.