قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:
وَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
يُهِلُّ أَهْلُ الْمَدِينَةِ مِنْ ذِي الْحُلَيْفَةِ، وَأَهْلُ الشَّامِ مِنْ الْجُحْفَةِ، وَأَهْلُ نَجْدٍ مِنْ قَرْنٍ. قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: وَبَلَغَنِي أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: وَيُهِلُّ أَهْلُ الْيَمَنِ مِنْ يَلَمْلَمَ.
Imam Muslim rahimahullah berkata:
Dan telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:
Penduduk Madinah memulai Ihram dari Dzulhulaifah, penduduk Syam dari Juhfah, dan penduduk Najed dari Qarn.
Abdullah berkata: Dan telah sampai padaku, bahwa Rasulullah saw bersabda:
Dan bagi penduduk Yaman memulai Ihram dari Yalamlam.
Pesan-pesan hadis:
- Rasulullah saw menentukan batasan miqot untuk memulai ihram.
- Miqot-miqot yang disebutkan di sini berlaku selamanya, bukan karena jarak.
- Tidak boleh mengubah miqot karena alasan kemudahan atau kesamaan.