Hadis 11


قَالَ الإِمَامُ مُسْلِمٌ رَحِمَهُ اللهُ:

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى، قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ، عَنْ نَافِعٍ، عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ بَاعَ نَخْلًا قَدْ أُبِّرَتْ، فَثَمَرَتُهَا لِلْبَائِعِ، إِلَّا أَنْ يَشْتَرِطَ الْمُبْتَاعُ.

Imam Muslim rahimahullah berkata:

Telah menceritakan kepada kami Yahya ibn Yahya, dia berkata: Saya membaca hadis di hadapan Malik, dari Nafi’, dari Ibn Umar, bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa menjual pohon kurma yang telah dikawinkan, maka buahnya bagi penjual, kecuali jika pembeli mensyaratkan (buahnya untuknya).

Pesan-pesan hadis:

  1. Prinsip jual beli banyak ditentukan oleh syarat yang disepakati.
  2. Jika tidak, maka akan berlaku kaidah umum.
  3. Menjual pohon buah yang sudah matang, maka buahnya milik pemilik asal, sampai transaksi berlaku.

Sahih Muslim, hadis no. 2851.
Selain oleh Muslim, hadis ini juga diriwayatkan oleh: Al-Bukhari, hadis no. 2051, 2052, 2054 dan 2515; al-Tirmizi, hadis no. 1165; al-Nasa’i, hadis no. 4556 dan 4557; Abu Daud, hadis no. 2977; Ibn Majah, hadis no. 2201 dan 2202; Ahmad, hadis no. 4620, 4915, 5054, 5230, 5281, 5526 dan 6091; dan Malik, hadis no. 1126.