Ciri Kesempurnaan Iman
عَنْ أَبِي حَمْزَةَ أَنَسٍ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ خَادِمِ رَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ
Dari Abu Hamzah Anas ibn Malik ra, dari Rasulullah saw bersabda :
“Tidak sempurna keimanan seorang di antara kalian sampai dia menyukai untuk saudaranya apa yang dia sukai untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)