Adab mendidik budak perempuan


عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم  إذا أدب الرجل أمته فأحسن تأديبها وعلمها فأحسن تعليمها ثم أعتقها فتزوجها كان له أجران وإذا آمن بعيسى ثم آمن بي فله أجران والعبد إذا اتقى ربه وأطاع مواليه فله أجران  ( صحيح البخاري ٣١٩٠)

Abu Musa Al Asy’ariy radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam besabda : “Jika seseorang mendidik sahaya wanitanya dengan baik dan mengajarkan ilmu dengan baik kemudian dia membebaskan lalu menikahinya maka baginya dua pahala. Dan bila seseorang beriman kepada ‘Isa kemudian beriman kepadaku maka baginya dua pahala. Dan seorang sahaya (laki-laki) bila dia bertaqwa kepada Rabbnya dan mentaati tuannya maka baginya dua pahala.”

Hadis di atas menjelaskan tentang konsep “dua pahala” yang dapat diperoleh oleh seseorang dalam berbagai situasi. Dari hadis ini, kita dapat memahami bahwa Islam sangat menghargai kebaikan dan ketaatan, serta memberikan motivasi untuk melakukan amal shaleh. Adab dan akhlak yang dapat dipetik dari hadis ini adalah pentingnya berbuat baik kepada orang lain, termasuk kepada sahaya atau budak, serta pentingnya menjaga ketaatan dan keimanan. Dengan melakukan kebaikan dan ketaatan, seseorang dapat memperoleh pahala yang berlipat ganda dan meningkatkan derajatnya di sisi Allah. Selain itu, hadis ini juga menekankan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam beriman dan beramal shaleh.