حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ حَدَّثَنَا ضُبَارَةُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِى السَّلِيكِ عَنْ دُوَيْدِ بْنِ نَافِعٍ حَدَّثَنَا أَبُو صَالِحٍ السَّمَّانُ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ يَدْعُو يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الشِّقَاقِ وَالنِّفَاقِ وَسُوءِ الأَخْلاَق ( سنن أبى داود 1548)
Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdo’a: “ALLAAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA MINASY SYIQAAQI WAN NIFAAQI WA SUUIL AKHLAAQ.” (Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perpecahan dan kemunafikan serta akhlak yang jelek).
Adab dan akhlak yang terkandung dalam hadis ini mencakup kesadaran akan pentingnya menjaga keharmonisan dan keimanan yang kuat dalam hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Dengan berlindung kepada Allah dari perpecahan, kemunafikan, dan akhlak yang jelek, kita menunjukkan kesadaran akan pentingnya memiliki hati yang bersih, jujur, dan ikhlas dalam berinteraksi dengan orang lain, serta memelihara akhlak yang mulia dan terpuji, sehingga dapat meningkatkan kualitas keimanan dan hubungan sosial kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih harmonis dalam berinteraksi dengan orang lain.