عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ (رواه البخاري : ٥٧٦٣)
Artinya: Hadis Hadis dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam perkelahian, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari 5763)
Hadis ini menjelaskan bahwa kekuatan yang sebenarnya bukanlah kekuatan fisik, melainkan kemampuan untuk mengendalikan hawa nafsu, terutama saat marah. Mengendalikan diri Hadis dari amarah termasuk dalam upaya menjauhi dosa dan memperbaiki diri, yang merupakan bagian Hadis dari proses taubat.