Keutamaan Wudhu dan Shalat


عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا يُحَدِّثُ فِيهِمَا نَفْسَهُ غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.” (رواه البخاري: ١٥٨) وعن إبراهيم قال قال صالح بن كيسان قال ابن شهاب ولكن عروة يحدث عن حمران فلما توضأ قال ألا أحدثكم حديثا لولا آية ما حدثتكموه سمعت النبي صلى الله عليه و سلم يقول ( لا يتوضأ رجل يحسن وضوءه ويصلي الصلاة إلا غفر له ما بينه وبين الصلاة حتى يصليها ) . قال عروة الآية إن الذين يكتمون ما أنزلنا من البينات   ١٦٢، ١٨٣٢، ٦٠٩٦

Artinya: Hadis dari Utsman bin Affan RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berwudhu lalu membaguskan wudhunya kemudian shalat dua rakaat dan tidak berbicara dalam hatinya tentang urusan dunia, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari  158)

Hadis dari Humran, mantan budak Utsman bin Affan, bahwa ia melihat Utsman meminta dibawakan air wudhu. Lalu ia menuangkan air ke tangannya dan membasuhnya tiga kali, kemudian memasukkan tangannya ke dalam bejana wudhu, lalu berkumur, menghirup air ke hidung dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai siku tiga kali, mengusap kepalanya, dan membasuh kedua kakinya masing-masing tiga kali. Kemudian Utsman berkata:”Rasulullah ﷺ bersabda: ‘Barang siapa berwudhu seperti wudhuku ini, lalu ia shalat dua rakaat tanpa berbicara kepada dirinya sendiri (dengan lintasan pikiran duniawi), maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.’”Hadis ini menjelaskan bahwa wudhu yang sempurna diikuti dengan shalat dua rakaat dengan khusyuk dan tanpa memikirkan urusan dunia dapat menjadi sebab diampuninya dosa-dosa yang telah lalu. Ini menunjukkan pentingnya kualitas dalam beribadah.

Hadis ini menjelaskan tata cara wudhu Nabi SAW secara rinci. Ia juga menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menyempurnakan wudhu, lalu mendirikan shalat dua rakaat dengan penuh kekhusyukan, tanpa terganggu lintasan pikiran duniawi: yaitu mendapat ampunan Hadis dari dosa-dosa yang telah lalu.