Keutamaan Istighfar


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ لَمْ تُذْنِبُوا، لَذَهَبَ اللهُ بِكُمْ، وَلَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللهَ، فَيَغْفِرُ لَهُمْ. (رواه مسلم: ٢٧٤٩)

Artinya: hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya kalian tidak berbuat dosa, niscaya Allah akan menghilangkan kalian dan akan mendatangkan kaum lain yang berbuat dosa lalu mereka beristighfar kepada Allah, maka Allah akan mengampuni mereka. (HR. Muslim No. 2749)

Hadis ini menjelaskan bahwa Allah SWT Maha Pengampun dan rahmat-Nya sangat luas. Hikmah di balik penciptaan manusia yang berpotensi melakukan dosa adalah agar mereka kembali kepada Allah dengan memohon ampunan, sehingga Allah dapat melimpahkan ampunan-Nya. Hadis ini juga mengisyaratkan pentingnya istighfar (memohon ampunan) dalam kehidupan seorang muslim