عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنَّ عِيسَى عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَكَلِمَتُهُ أَلْقَاهَا إِلَى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ عَلَى مَا كَانَ مِنْ الْعَمَلِ.” (رواه البخاري ومسلم : ٣٢٥٢)
Artinya: Hadis dari Ubadah bin Ash-Shamit RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, dan bahwa Isa adalah hamba Allah dan utusan-Nya serta kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam dan ruh Hadis dari-Nya, dan bahwa surga itu benar adanya dan neraka itu benar adanya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga sesuai dengan amalnya.” (HR. Bukhari, No. 3252)
Hadis ini menjelaskan bahwa keimanan yang benar kepada Allah dan Rasul-Nya serta rukun iman lainnya adalah fondasi utama dalam Islam dan merupakan syarat untuk masuk surga. Iman yang benar akan mendorong seseorang untuk menjauhi dosa dan bertaubat jika melakukannya.