عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ: {لَيْسَ بِأَمَانِيِّكُمْ وَلَا أَمَانِيِّ أَهْلِ الْكِتَابِ مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا} [النساء: 123] شَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ شِدَّةً فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّنَا لَمْ يَعْمَلْ سُوءًا؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “أَلَيْسَ يُصِيبُ أَحَدَكُمْ الْهَمُّ وَالْحُزْنُ وَالْمَرَضُ وَالْمُصِيبَةُ؟” قَالُوا: بَلَى. قَالَ: “فَذَلِكَ مِنْ كَفَّارَةِ خَطَايَاكُمْ. (رواه الترمذي: ٣٠٣٩ ) ، وحسنه الألباني
Artinya: Hadis dari Abdullah bin Mas’ud RA, ia berkata: Ketika turun ayat ini: “(Pahala Hadis dari Allah) itu bukanlah menurut angan-anganmu yang kosong dan tidak (pula) menurut angan-angan Ahli Kitab. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalasi dengan kejahatan itu dan ia tidak akan mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong baginya selain Allah.” (QS. An-Nisa’: 123), hal itu terasa berat bagi kaum muslimin, lalu mereka berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kita yang tidak berbuat keburukan?” Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah salah seorang di antara kalian ditimpa kesedihan, kesusahan, penyakit, dan musibah?” Mereka menjawab, “Benar.” Beliau bersabda, “Maka itu adalah termasuk penghapus kesalahan-kesalahan kalian.” (HR. Tirmidzi, No. 3039 dihasankan oleh Al-Albani)
Hadis ini menjelaskan bahwa meskipun setiap perbuatan buruk akan mendapatkan balasan, Allah SWT memberikan rahmat-Nya melalui musibah dan ujian yang menimpa seorang muslim sebagai penghapus dosa-dosanya. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang beriman.