عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. ( رواه الترمذي: ٢١١٥) قَالَ وَفِى الْبَابِ عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ.
Artinya: Hadis Hadis dari Mu’adz bin Jabal RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya ia akan menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi, 2115)
Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu cara untuk menghapus dosa setelah melakukannya adalah dengan segera melakukan kebaikan. Kebaikan akan menghapus keburukan, dan ini merupakan bagian penting Hadis dari taubat yang sesungguhnya, yaitu menyesali perbuatan buruk dan berusaha memperbaikinya dengan perbuatan baik.