Keutamaan Istighfar 70 Kali Sehari


عَنْ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: “مَا أَصَرَّ مَنْ اسْتَغْفَرَ وَلَوْ عادَ فِي الْيَوْمِ سَبْعِينَ مَرَّةً.” (رواه أبو داود: ١٥١٦)

Artinya: Hadis Hadis dari Abu Bakar Ash-Shiddiq RA, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Tidak dianggap terus-menerus (dalam dosa) orangyang beristighfar meskipun ia mengulanginya dalam sehari tujuh puluh kali.” (Sunan Abu Dawud 1516)

Hadis ini menjelaskan bahwa seorang muslim yang berbuat dosa kemudian beristighfar dengan sungguh-sungguh tidak dianggap terus-menerus dalam dosanya meskipun ia terkadang mengulanginya karena kelemahan dirinya. Yang penting adalah ia senantiasa kembali bertaubat dan memohon ampunan.