Kegembiraan Allah Atas Taubat Hamba-Nya.


حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ، وَهُوَ عَمُّهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ”لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ، مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضٍ فَلَاةٍ، فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ، وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ، فَأَيِسَ مِنْهَا، فَأَتَى شَجَرَةً، فَاضْطَجَعَ فِي ظِلِّهَا، قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ، فَبَيْنَمَا هُوَ كَذَلِكَ، إِذَا هِيَ قَائِمَةٌ عِنْدَهُ، فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا، ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ: اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِي وَأَنَا رَبُّكَ، أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ.(رواه مسلم: ٢٧٤٧)

Artinya: Anas bin Malik RA telah menceritakan kepada kami ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, Sungguh, Allah lebih  gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat kepada-Nya Hadis daripada kegembiraan salah seorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya di padang pasir, lalu untanya itu lepas Hadis darinya dan di atasnya terdapat makanan dan minumannya. Ia pun putus asa Hadis darinya, lalu ia mendatangi sebuah pohon dan berbaring di bawah naungannya dalam keadaan telah putus asa Hadis dari untanya. Ketika ia dalam keadaan demikian, tiba-tiba untanya itu berdiri di dekatnya, lalu ia memegang tali kekangnya. Kemudian ia berkata karena sangat gembiranya, Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu. Ia salah mengucapkan karena sangat gembiranya. (HR. Muslim No. 2747)

Hadis ini menjelaskan bahwa luasnya kasih sayang Allah dan betapa gembiranya Allah ketika seorang hamba kembali dan bertaubat kepada-Nya. Bahkan kegembiraan-Nya melebihi kegembiraan seorang yang hampir mati karena kehilangan harapan, lalu mendapatkan kembali penyelamat hidupnya. Kesalahan ucapan orang dalam hadis ini menunjukkan betapa taubat sejati menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa, bahkan hingga membuat orang hilang kendali kata-kata.