عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَأَكْلُ الرِّبَا وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصِنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ (رواه مسلم: ١٤٥)
Artinya : Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Hendaklah kalian menghindari tujuh dosa yang membinasakan.” Dikatakan kepada beliau,”Apakah tujuh dosa itu wahai Rasulullah?, Beliau menjawab: “Menyekutukan Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan haq, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan pertempuran, dan menuduh wanita mukminah baik-baik berbuat zina.” (HR Muslim: 145)
Hadis ini juga menjelaskan bahwa ada tujuh dosa besar yang sangat membinasakan pelakunya, yang wajib dihindari oleh setiap Muslim, yaitu: menyekutukan Allah (syirik), melakukan sihir, membunuh tanpa hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, lari dari medan perang, dan menuduh wanita mukminah yang suci berzina; hal ini menunjukkan betapa beratnya dampak dosa-dosa tersebut terhadap individu, masyarakat, dan hubungan dengan Allah.