عَنْ عَامِرِ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ أَنَّ سَعْدَ بْنَ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ فِي مَرَضِهِ الَّذِي هَلَكَ فِيهِ الْحَدُوا لِي لَحْدًا وَانْصِبُوا عَلَيَّ اللَّبِنَ نَصْبًا كَمَا صُنِعَ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه مسلم: ٢٢٨٤)
Artinya: hadis dari Amir bin Sa’d bin Abu Waqash bahwa Sa’d bin Abu Waqash berkata di waktu sakit yang menyebabkan kematiannya: “buatkan bagiku lahad dan susunkan batu-batu di atas kuburanku sebagaimana yang diperbuat pada kuburan Rasulullah SAW.” (HR Muslim: 2284).
Hadis ini menjelaskan bahwa Sa’ad bin Abi Waqqash ingin dimakamkan sebagaimana Nabi Muhammad SAW dimakamkan. Ia meminta agar dibuatkan liang lahad (bukan syaqq), ditata batu bata di atas jenazahnya (sebagai atap kubur). Sa’ad bin Abi Waqqash menunjukkan semangat mengikuti sunnah Rasulullah SAW bahkan hingga saat kematian. Ini mencerminkan pentingnya ittiba’ (mengikuti Nabi) dalam segala aspek kehidupan dan kematian.