عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ سَمِعَهُ يَقُولُ سَمِعْتُ عَوْفَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُاصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَحَفِظْتُ مِنْ دُعَائِهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ قَالَ حَتَّى تَمَنَّيْتُ أَنْ أَكُونَ أَنَا ذَلِكَ الْمَيِّتَ قَالَ و حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ جُبَيْرٍ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَوْفِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِ هَذَا الْحَدِيثِ أَيْضًا (رواه مسلم: ٢٢٧٦)
Artinya: hadis dari Jubair bin Nufair ia berkata: saya mendengar Auf bin Malik berkata: suatu ketika Rasulullah SAW menshalatkan jenazah, dan saya hafal do’a yang ia ucapkan: “allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu waghsilhu bilmaa`i wats tsalji wal baradi wa naqqihi minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadla minad danasi wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan khairan min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabil qabri au min ‘adzaabin naar (Ya Allah, ampunilah dosa-dosanya, kasihanilah ia, lindungilah ia dan maafkanlah ia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan air yang sejuk. Bersihkanlah ia dari segala kesalahan, sebagaimana engkau telah membersihkan pakaian putih dari kotoran, dan gantikanlah rumahnya di dunia dengan rumah yang lebih baik di akhirat serta gantikanlah keluarganya di dunia dengan keluarga yang lebih baik, dan pasangan di dunia dengan yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surgamu dan lindungilah ia dari siksa kubur atau siksa api neraka).” Hingga saya berangan seandainya saya saja yang menjadi mayit itu. Dan telah menceritakan kepadaku Abdurrahman bin Jubair telah menceritakan kepadanya dari bapaknya dari Auf bin Malik dari Nabi SAW dengan hadis yang serupa dengan ini. ( HR Muslim 2276).
Hadis ini menjelaskan bahwa doa yang sering kita gunakan dalam sholat jenazah. Nabi Muhammad SAW memberi teladan langsung bagaimana mendoakan orang yang meninggal. Doa ini mengandung permohonan ampunan, rahmat, penjagaan dari azab, hingga pahala akhirat tertinggi yaitu surga. Kata: “اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا…” menunjukkan bahwa pembersihan dosa adalah prioritas utama doa bagi mayit. Doa: “أَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ” artinya memohon agar Allah memberikan tempat tinggal yang mulia dan lapang di alam kubur dan akhirat. Ungkapan “أَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ…” memohon agar Allah mengganti rumah, keluarga, dan pasangan di akhirat yang lebih baik daripada yang ditinggalkan di dunia. Bagian akhir: “وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ” mencerminkan keprihatinan terhadap nasib di alam barzakh dan hari akhir, memohon perlindungan dari azab yang pedih. Ini menunjukkan kekuatan spiritual dan kedalaman kasih sayang Nabi Muhammad SAW dalam mendoakan umatnya.