Anjuran Menutupi Mata Mayyit


عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ (رواه ابن ماجه: ١٥٢١)

Artinya: hadis dari Ummu Salamah ia berkata: “Rasulullah SAW menemui Abu Salamah, sementara matanya membuka. Maka Rasulullah pun menutupnya dan bersabda: “jika ruh diambil maka akan diikuti oleh mata. “(HR Ibnu Majah:1521).

Hadis ini menjelaskan bahwa salah satu kondisi fisik orang yang baru meninggal yaitu mata terbuka atau menatap kosong ke atas. Rasulullah SAW mengajarkan agar mata orang yang wafat ditutup secara lembut ini bagian dari adab terhadap mayit. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa ketika ruh keluar, secara naluriah penglihatan (mata) mengikuti perginya ruh. Oleh karena itu, mata sering terlihat terbuka saat orang wafat. Ini merupakan fenomena ruhani dan biologis yang diakui oleh syariat dan diperhatikan oleh Nabi Muhammad SAW. Rasulullah tidak hanya memerintahkan, tetapi memberikan contoh langsung. Rasulullah menutup mata Abu Salamah bukan hanya menyuruh sahabat. Ini menunjukkan kasih sayang, adab, dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi kematian orang terdekat.