Ucapan Ketika Meletakkan Mayyit kedalam Kubur


عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا وَضَعَ الْمَيِّتَ فِي الْقَبْرِ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (رواه ابوداود: ٣٢١٥)

Artinya:  hadis dari Ibnu Umar bahwa Nabi SAW apabila meletakkan mayit dalam kuburan mengucapkan: “bismillaah wa ‘alaa millati rasuulillaah” (dengan nama Allah dan berada di atas sunnah Rasulullah SAW.) (HR Abu Daud: 3215).

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW  membaca doa tertentu ketika memasukkan jenazah ke liang lahat, yaitu dengan menyebut nama Allah dan menyandarkan proses penguburan kepada sunnah Rasulullah SAW. Ini adalah doa penuh makna, menunjukkan bahwa proses penguburan adalah ibadah yang dilakukan atas nama Allah dan tata caranya berdasarkan tuntunan (sunnah) Rasulullah SAW. Kalimat “بِسْمِ اللَّهِ” menandakan bahwa segala sesuatu dimulai dengan menyebut nama Allah, termasuk dalam urusan jenazah dan pemakaman. Kalimat “وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ ‘” menunjukkan komitmen untuk menjalankan ajaran Nabi dalam seluruh aspek kehidupan  hingga kematian. Doa ini juga menekankan bahwa penguburan tidak dilakukan sembarangan, tetapi berdasarkan tuntunan syariat. Ini menjadi bagian dari warisan ajaran Nabi yang terus dijaga oleh umat Islam, terutama dalam pengurusan jenazah. Doa ini adalah pengharapan agar jenazah diterima oleh Allah, dan juga pengingat bagi orang yang hidup bahwa segala sesuatu harus kembali kepada tuntunan Allah dan rasul nya.