Doa Shalat Jenazah


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى جَنَازَةٍ فَقَالَ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ (رواه ابوداود:  ٣٢٠٣)

Artinya: hadis dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW pernah menshalati jenazah kemudian beliau mengucapkan: allaahummaghfir lihayyinaa wa mayyitina, wa shaghiirinaa wa kabiirinaa wa dzakarinaa wa untsaanaa, wa syahidinaa wa ghaaibinaa. allaahumma, man ahyaitahu minnaa fa ahyihi ‘alal iimaan wa man tawaffaitahu minnaa fatawaffahu ‘alal islaam. allahumma laa tahriman ajrahu wa laa tudhillanaa ba’dahu (ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup diantara kami, dan yang telah meninggal, anak kecil dan yang dewasa kami, laki-laki kami dan wanita kami, orang-orang yang hadir diantara kami dan yang tidak hadir. Ya Allah, siapapun diantara kami yang engkau hidupkan maka hidupkanlah di atas keimanan dan siapapun diantara kami yang engkau wafatkan maka wafatkanlah dalam keadaan beragama Islam, ya Allah, janganlah engkau halangi kami dari mendapatkan pahalanya dan janganlah engkau sesatkan kami setelah kematiannya. (HR Abu Daud 3202).

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mendoakan semua kalangan umat Islam, tanpa membeda-bedakan. Ini menunjukkan keluasan rahmat Islam dan bagaimana Nabi Muhammad SAW mencakup semua umatnya dalam kebaikan. Permintaan agar yang hidup tetap dalam keimanan dan yang wafat wafat dalam Islam, adalah inti dari keselamatan akhirat. Ini menunjukkan bahwa iman dan Islam adalah dua hal yang harus dijaga sampai akhir hayat. Kalimat: “اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ” mengajarkan agar kita berharap mendapat pahala dari amal baik (seperti shalat jenazah).”وَلَا تُضِلَّنَا بَعْدَهُ” adalah doa agar kematian orang yang kita cintai tidak membuat kita tergelincir dalam kesesatan atau kesedihan yang menyesatkan. Hadis ini juga menegaskan bahwa shalat jenazah adalah momen berharga untuk berdoa, tidak hanya untuk si mayit tetapi untuk umat Islam secara umum.