حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ عُمَارَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِيَّ يَقُولُا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ (رواه مسلم :٢١٦٢)
Artinya: Yahya bin Umarah telah menceritakan kepada kami ia berkata: saya mendengar Abu Sa’id Al Khudri berkata: Rasulullah SAW bersabda: tuntunlah orang yang sedang berada di penghujung ajalnya agar membaca (kalimat): ‘laa ilaaha illallah.'” (HR Muslim: 2162).
Hadis ini menjelaskan bahwa orang yang sedang sekarat ditalqinkan kalimat tauhid (لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ), yaitu: dibisikkan atau diingatkan agar mengucapkannya bukan dipaksa, tapi diajak dengan lembut. Kata موتاكم (orang mati kalian) dalam konteks hadis ini merujuk pada orang yang sedang dalam kondisi sakaratul maut, bukan yang sudah benar-benar wafat. Tujuan dari talqin ini adalah membantu orang yang sedang dalam kondisi sakaratul maut menutup hidupnya dengan kalimat terbaik, mengingatkannya agar hatinya tenang dan tetap pada iman dan meraih husnul khatimah (akhir hidup yang baik).