عَنْ أَبِي الْعَجْفَاءِ السُّلَمِيِّ، قَالَ: قَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ: أَلَا لَا تُغَالُوا صَدُقَةَ النِّسَاءِ، فَإِنَّهَا لَوْ كَانَتْ مَكْرُمَةً فِي الدُّنْيَا، أَوْ تَقْوَىٰ عِنْدَ اللَّهِ، لَكَانَ أَوْلَاكُمْ بِهَا نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ، مَا عَلِمْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ نَكَحَ شَيْئًا مِنْ نِسَائِهِ، وَلَا أَنْكَحَ شَيْئًا مِنْ بَنَاتِهِ عَلَىٰ أَكْثَرَ مِنْ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ أُوقِيَّةً قَالَ أَبُو عِيسَىٰ: هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ. وَأَبُو الْعَجْفَاءِ السُّلَمِيُّ اسْمُهُ هَرَمٌ. وَالْأُوقِيَّةُ عِنْدَ أَهْلِ الْعِلْمِ: أَرْبَعُونَ دِرْهَمًا، وَثِنْتَا عَشْرَةَ أُوقِيَّةً أَرْبَعُمِائَةٍ وَثَمَانُونَ دِرْهَمًا. (رواه الترمذي :١١٣٩)
Artinya: hadis dari Abū al-‘Ajfā’ as-Sulamī, ia berkata: ‘Umar bin al-Khaṭṭāb berkata: Ingatlah, janganlah kalian berlebihan dalam memberi mahar kepada wanita. Karena jika itu merupakan suatu kemuliaan di dunia atau bentuk takwa di sisi Allah, maka tentu Nabi Allah SWT yang paling berhak atas hal itu. Setahuku, Rasulullah SAW tidak pernah menikahi seorang wanita pun dan tidak pernah menikahkan seorang pun dari putri-putrinya dengan mahar yang lebih dari dua belas uqiyyah”. (HR al-Tirmidzi: 1139)
Hadis ini mengajarkan bahwa Umar bin Khattab RA melarang berlebihan dalam menetapkan mahar, karena Rasulullah SAW sendiri tidak pernah menikah atau menikahkan putrinya dengan mahar yang besar, menunjukkan bahwa kemuliaan bukan diukur dari besarnya mahar.