Hadis 30: Anjuran Meyakini Jodoh Datang dari Allah


عن عَائِشَةَ قالت قالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ “أُرِيتُكِ قبلَ أنْ أَتَزَوَّجَكِ مَرَّتَيْنِ رَأَيْتُ المَلَكَ يَحْمِلُكِ في سِرْقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَقُلْتُ له: اكْشِفْ، فَكَشَفَ، فَإِذَا هِيَ أَنْتِ، فَقُلْتُ: إنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ يُمْضِهِ ثُمَّ أُرِيتُكِ يَحْمِلُكِ في سِرْقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَقُلْتُ: اكْشِفْ، فَكَشَفَ، فَإِذَا هِيَ أَنْتِ، فَقُلْتُ: إنْ يَكُ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللهِ يُمْضِهِ.” (رواه البخاري :٦٦١٠)

Artinya: Hadis dari Āisyah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Aku diperlihatkan dirimu dalam mimpi dua kali sebelum aku menikahimu: Aku melihat malaikat membawamu dalam sehelai kain sutra. Aku berkata kepadanya: ‘Bukalah (kain itu)’, lalu dibukanya, ternyata itu adalah engkau. Maka aku berkata: ‘Jika ini dari Allah, Dia akan menjadikannya kenyataan.’ Kemudian aku melihatmu lagi dibawa dalam sehelai kain sutra. Aku berkata: ‘Bukalah’, lalu dibukanya, dan ternyata itu engkau. Maka aku berkata: ‘Jika ini dari Allah, Dia akan menjadikannya kenyataan.” (HR. al-Bukhari: 6610)

Hadis ini menunjukkan bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan ‘Āisyah RA adalah atas kehendak dan petunjuk dari Allah. Melalui dua mimpi yang dialaminya, Nabi SAW melihat ‘Āisyah dibawa oleh malaikat dalam kain sutra tanda kehormatan dan kemuliaan lalu diyakinkan bahwa dialah calon istrinya. Nabi pun menyerahkan keputusan itu kepada Allah dengan mengatakan, “Jika ini dari Allah, maka Dia akan menjadikannya kenyataan.” Hal ini menegaskan bahwa mimpi para nabi adalah wahyu, serta menunjukkan keutamaan ‘Āisyah RA dan kedudukan istimewanya di sisi Rasulullah SAW.