Hadis 39: Anjuran Memberikan Mahar Walaupun Cuma Hafalan Al-Qur’an


عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ امْرَأَةً أَتَتِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَرَضَتْ عَلَيْهِ نَفْسَهَا، فَقَالَ: مَا لِيَ اليَوْمَ مِنَ النِّسَاءِ مِنْ حَاجَةٍ. فَقَالَ رَجُلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، زَوِّجْنِيهَا. قَالَ: مَا عِندَكَ؟ قَالَ: مَا عِندِي شَيْءٌ. قَالَ: أَعْطِهَا وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ. قَالَ: مَا عِندِي شَيْءٌ. قَالَ: فَمَا مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ؟ قَالَ: كَذَا وَكَذَا. قَالَ: فَقَدْ مَلَّكْتُكَـهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ. (رواه البخاري :٤٨٤٧)

Artinya: Hadis dari Sahl bin Sa’d radhiyallāhu ‘anhu berkata: Seorang wanita datang kepada Nabi SAW dan menawarkan dirinya (untuk dinikahi). Maka beliau bersabda, “Aku hari ini tidak butuh kepada wanita.” Lalu seorang lelaki berkata, “Wahai Rasulullah, nikahkan aku dengannya.” Maka beliau bertanya, “Apa yang kamu miliki?” Ia menjawab, “Aku tidak memiliki apa pun.” Nabi ﷺ bersabda, “Berikan kepadanya walau cincin dari besi.” Ia berkata, “Aku tidak punya apa pun.” Beliau bertanya, “Apa yang kamu hafal dari Al-Qur’an?” Ia menjawab, “Aku hafal ini dan itu.” Maka Nabi SAW bersabda, “Aku telah menikahkanmu dengannya dengan (mahar) apa yang kamu hafal dari Al-Qur’an.” (HR. Bukhari: 4847)

Hadis ini menegaskan prinsip kemudahan dalam syariat Islam terkait pernikahan. Nabi Muhammad SAW menunjukkan bahwa tidak disyaratkan mahar berupa harta benda yang mahal; bahkan hafalan Al-Qur’an pun bisa menjadi mahar jika disepakati. Ini menunjukkan bahwa nilai ilmu dan kemampuan mengajarkannya dihargai dalam Islam, serta menekankan bahwa kemiskinan bukan penghalang untuk menikah selama ada komitmen dan kesungguhan. Hadis ini juga menjadi dasar kebolehan menggunakan jasa atau manfaat non-materi sebagai bentuk mahar dalam akad nikah.