Hadis 31: Anjuran Meyakini Jodoh Datang dari Allah


عن عَائِشَةَ رضيَ اللهُ عنها قالت قالَ لي رَسُولُ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ “رَأَيْتُكِ في المَنَامِ، يَجِيءُ بِكِ المَلَكُ في سِرْقَةٍ مِنْ حَرِيرٍ، فَقَالَ لِي: هذِهِ امْرَأَتُكَ فَكَشَفَ عَنْ وَجْهِكِ الثَّوْبَ، فَإِذَا هِيَ أَنْتِ فَقُلتُ: إنْ يَكُ هذَا مِنْ عِندِ اللهِ يُمْضِهِ.” (رواه البخاري :٤٨٣٢)

Artinya: Hadis dari Aisyah RA berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadaku: “Aku melihatmu dalam mimpi. Malaikat datang membawamu dalam sehelai kain sutra, lalu berkata kepadaku: Ini adalah istrimu. Kemudian malaikat itu menyingkap kain dari wajahmu, ternyata itu adalah engkau.Maka aku berkata: ‘Jika ini memang dari Allah, maka Dia akan menjadikannya kenyataan.”  (HR. al-Bukhari: 4832)

Hadis ini menguatkan riwayat sebelumnya bahwa pernikahan Nabi Muhammad SAW dengan ‘Āisyah RA adalah berdasarkan wahyu dan petunjuk dari Allah SWT. Dalam mimpi tersebut, malaikat datang membawanya dalam kain sutra dan memperkenalkannya sebagai istri Nabi. Reaksi Nabi SAW yang mengatakan, “Jika ini dari Allah, maka Dia akan menjadikannya kenyataan,” menunjukkan kepasrahan dan keyakinannya terhadap kehendak ilahi. Hal ini menegaskan kemuliaan ‘Āisyah di sisi Nabi dan membuktikan bahwa pernikahan tersebut bukan semata-mata atas dasar pilihan pribadi, melainkan atas dasar wahyu.