Hikmah Makanan Nabi yang Membawa Rezeki dan Keberkahan Rumah


حَدَّثَتْنِى أُمُّ سَعْدٍ قَالَتْ دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عَلَى عَائِشَةَ وَأَنَا عِنْدَهَا فَقَالَ « هَلْ مِنْ غَدَاءٍ ». قَالَتْ عِنْدَنَا خُبْزٌ وَتَمْرٌ وَخَلٌّ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نِعْمَ الإِدَامُ الْخَلُّ اللَّهُمَّ بَارِكْ فِى الْخَلِّ فَإِنَّهُ كَانَ إِدَامَ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِى وَلَمْ يَفْتَقِرْ بَيْتٌ فِيهِ خَلٌّ ». (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ: ٣٤٤٣)

Artinya: Ummu Sa’d bercerita: “Rasulullah SAW masuk ke rumah Aisyah, dan saya (Ummu Sa’d) sedang berada di sana. Rasulullah SAW bertanya, ‘Apakah ada hidangan untuk makan siang?’ Aisyah menjawab, ‘Kami hanya memiliki roti, kurma, dan cuka.’ Rasulullah SAW berkata, ‘Cuka adalah lauk yang baik. Ya Allah, berikanlah berkah pada cuka, karena cuka adalah lauk yang biasa digunakan oleh para nabi sebelum aku, dan tidak ada rumah yang kekurangan rezeki selama di dalamnya ada cuka. (HR. Ibnu Majah: 3443)

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW memasuki rumah Aisyah dan bertanya apakah ada hidangan untuk makan siang. Aisyah menjawab bahwa mereka hanya memiliki roti, kurma, dan cuka. Meskipun hidangan yang disediakan sangat sederhana, Rasulullah SAW memuji cuka sebagai lauk yang baik. Beliau kemudian mendoakan berkah untuk cuka dan menjelaskan bahwa cuka adalah lauk yang biasa digunakan oleh para nabi sebelum beliau. Rasulullah SAW juga menambahkan bahwa rumah yang memiliki cuka tidak akan kekurangan rezeki.

Berdasarkan Hadis Ini, Kita Dapat Memahami Bahwa mengajarkan kita untuk memohon berkah dalam setiap rezeki yang kita miliki, meskipun itu adalah makanan yang sederhana. Rasulullah SAW memandang cuka sebagai lauk yang penuh berkah, yang digunakan oleh para nabi sebelum beliau. Beliau mendoakan agar cuka memberikan berkah bagi pemiliknya. Hadis ini juga mengingatkan kita bahwa keberkahan dalam makanan dapat membawa kelimpahan rezeki, dan bahwa doa untuk berkah lebih utama daripada hanya menginginkan kebahagiaan atau banyaknya anak.