Doa dan Keberkahan Rasulullah Saat Memberikan Bantuan kepada Arab Badui


قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَكَانَ رِدَاءً خَشِنًا فَالْتَفَتَ فَقَالَ لَهُ الأَعْرَابِىُّ احْمِلْ لِى عَلَى بَعِيرَىَّ هَذَيْنِ فَإِنَّكَ لاَ تَحْمِلُ لِى مِنْ مَالِكَ وَلاَ مِنْ مَالِ أَبِيكَ. فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- « لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لاَ أَحْمِلُ لَكَ حَتَّى تُقِيدَنِى مِنْ جَبْذَتِكَ الَّتِى جَبَذْتَنِى فَكُلُّ ذَلِكَ يَقُولُ لَهُ الأَعْرَابِىُّ وَاللَّهِ لاَ أَقِيدُكَهَا. فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ ثُمَّ دَعَا رَجُلاً فَقَالَ لَهُ « احْمِلْ لَهُ عَلَى بَعِيرَيْهِ هَذَيْنِ عَلَى بَعِيرٍ شَعِيرًا وَعَلَى الآخَرِ تَمْرًا ». ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَيْنَا فَقَالَ « انْصَرِفُوا عَلَى بَرَكَةِ اللَّهِ تَعَالَى(رَوَاهُ أَبُو دَاوُودَ: ٤٧٧٧(

Artinya: Dari Abu Hurairah, beliau berkata: “Rasulullah SAW mengenakan pakaian kasar. Ketika beliau berjalan, seorang Arab Badui mendekatinya dan berkata, ‘Bawakan aku dua unta ini, karena kamu tidak mengambilnya dari hartamu maupun harta ayahmu.’ Rasulullah SAW pun menjawab, ‘Tidak, dan aku memohon ampunan kepada Allah. Tidak, aku tidak akan mengangkatnya hingga kamu memaafkan aku atas perlakuan kasar yang telah kamu lakukan kepadaku.’ Setiap kali Rasulullah SAW mengatakannya, Arab Badui itu berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan memaafkanmu.’ Kemudian Rasulullah SAW memanggil seorang lelaki dan berkata, ‘Bawakan untuknya dua unta ini, yang satu berisi gandum, dan yang satu lagi berisi kurma.’ Setelah itu, Rasulullah SAW berbalik kepada kami dan berkata, ‘Kalian semua boleh pergi dengan berkah dari Allah.'” (HR. Abu Dawud: 4777)

Hadis ini menjelaskan bahwa interaksi antara Rasulullah SAW dan seorang Arab Badui yang meminta unta kepada beliau. Sang Badui menunjukkan sikap kasar dengan mengatakan bahwa Rasulullah SAW tidak memberikan bantuan dari harta pribadi beliau atau harta ayah beliau. Rasulullah SAW memberikan jawaban yang tegas, tetapi beliau tetap mengingatkan untuk memaafkan dan tidak membalas perlakuan kasar tersebut. Meskipun demikian, setelah beberapa kali permintaan maaf, Rasulullah SAW memutuskan untuk memberikan dua unta, yang satu berisi gandum dan yang lainnya berisi kurma, dengan penuh keberkahan.

Berdasarkan hadis ini, kita dapat memahami bahwa hadis ini mengajarkan kita tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi perlakuan yang tidak menyenangkan. rasulullah saw tidak membalas perlakuan kasar dengan kemarahan, melainkan dengan sikap yang mengedepankan maaf dan kebaikan. beliau juga menunjukkan contoh bagi kita untuk tetap memaafkan dan memberikan yang terbaik meskipun kita diperlakukan dengan tidak baik. hal ini menegaskan bahwa berbuat baik kepada orang lain, bahkan ketika mereka tidak bersikap baik, adalah bagian dari akhlak yang mulia yang diajarkan dalam islam