عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِىِّ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا ». وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ فِى أَوَّلِ النَّهَارِ. وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلاً تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ. قَالَ أَبُو دَاوُدَ وَهُوَ صَخْرُ بْنُ وَدَاعَةَ. (رَوَاهُ أَبُو دَاوُودَ: ٢٦٠٨)
Artinya: Dari Ṣakhr Al-Ghāmidi r.a., dari Nabi saw, beliau bersabda: “Ya Allah, berkahilah umatku di pagi hari mereka.” Dan beliau berkata apabila mengirim satu pasukan atau tentara, beliau mengirim mereka di awal siang hari. Dan Ṣakhr seorang pedagang, dan ia biasa mengirimkan perdagangannya di awal siang hari, maka ia menjadi kaya dan hartanya banyak. Abu Dawud berkata: Beliau adalah Ṣakhr bin Wadā’ah. (HR. Abu Dawud: 2608)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah saw memanjatkan doa khusus Rasulullah saw untuk keberkahan umatnya di pagi hari, yang juga menjadi waktu beliau saw mengirim pasukan. Kisah sahabat Ṣakhr r.a., seorang pedagang yang sukses karena memulai bisnisnya di pagi hari, memperkuat anjuran ini.
Berdasarkan hadis ini dapat kita memahami keutamaan waktu pagi bagi umat Islam, yang didoakan langsung oleh Nabi saw. Mengawali aktivitas di pagi hari adalah Sunnah yang membawa keberkahan, sebagaimana dicontohkan oleh Ṣakhr r.a. Hadis ini mendorong umat Islam untuk memanfaatkan pagi hari dalam segala usaha dengan harapan meraih keberkahan dari Allah swt.