أَخْبَرَنِي أَبُو حَمِيدٍ السَّاعِدِيُّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُمْ قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “قُولُوا اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ٣١٨٩)
Artinya: Abu Humaid As-Sa’idi radhiyallahu ‘anhu mengabarkan bahwa mereka (para sahabat) bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana kami bershalawat kepadamu?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ucapkanlah: ‘Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyyatihi kama shallaita ‘ala Ibrahim, wa barik ‘ala Muhammad wa azwajihi wa dzurriyyatihi kama barakta ‘ala ali Ibrahim, innaka hamidun majid’.” (HR. Bukhari: 3189)
hadis ini menjelaskan bahwa para sahabat radhiyallahu ‘anhum bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai tata cara mengucapkan shalawat kepadanya. Pertanyaan ini menunjukkan antusiasme para sahabat untuk melaksanakan perintah Allah dalam bershalawat kepada Nabi dengan cara yang benar dan sesuai denganSunnah.
Berdasarkan hadis ini, dapat kita memahami bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan secara langsung lafadz shalawat yang paling utama dan dianjurkan untuk diucapkan, yang mencakup permohonan rahmat dan keberkahan bagi Nabi, istri-istri beliau, dan keturunan beliau, sebagaimana rahmat dan berkah yang telah dilimpahkan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.