Keberkahan dan Kemuliaan Hewan dalam Pandangan Rasulullah


عَنْ عُرْوَةَ الْبَارِقِىِّ يَرْفَعُهُ قَالَ « الإِبِلُ عِزٌّ لأَهْلِهَا وَالْغَنَمُ بَرَكَةٌ وَالْخَيْرُ مَعْقُودٌ فِى نَوَاصِى الْخَيْلِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.(رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ : ٢٣٩٣)

Artinya: Dari Urwah Al-Bariqi’, ia meriwayatkannya secara marfu’ (sampai kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam), beliau bersabda, “Unta adalah rahmat bagi pemiliknya, kambing adalah keberkahan, dan kebaikan itu terikat pada ubun-ubun kuda sampai hari terhenti.” (HR. Ibnu Majah : 2393)

Hadis ini menjelaskan bahwa Urwah Al-Bariqi’ meriwayatkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang keutamaan dan keberkahan pada beberapa jenis hewan.

Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bahwa unta adalah kekayaan bagi pemiliknya, menunjukkan status sosial dan ekonomi yang baik. Kemudian, beliau menyatakan bahwa kambing adalah keberkahan, sebagaimana disebutkan dalam hadis sebelumnya, mengacu pada manfaat dan potensi perkembangan yang ada padanya. Terakhir, beliau menyebutkan bahwa kebaikan itu terikat pada ubun-ubun kuda sampai hari kiamat, yang menandakan keutamaan jihad dan kebaikan yang akan terus ada pada kuda yang digunakan untuk tujuan tersebut.