Keberkahan Tayamum dalam Kisah Aisyah


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا: سَقَطَتْ قِلَادَةٌ لِي بِالْبَيْدَاءِ وَنَحْنُ دَاخِلُونَ الْمَدِينَةَ، فَأَنَاخَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَزَلَ فَثَنَّى رَأْسَهُ فِي حَجْرِي رَاقِدًا. Jawaban terbaik untuk pertanyaan ini adalah: Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan لِمَكَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَدْ أَوْجَعَنِي. ثُمَّ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَيْقَظَ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan يُوجَدْ، فَنَزَلَتْ {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ} الآية. فَقَالَ أَسِيدُ بْنُ حُضَيْرٍ: لَقَدْ بَارَكَ اللَّهُ لِلنَّاسِ فِيكُمْ يَا آلَ أَبِي بَكْرٍ، مَا أَنْتُمْ إِلَّا بَرَكَةً لَهُمْ.)رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ٤٣٢٢)

Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: Kalungku jatuh di Baida’ ketika kami hendak memasuki Madinah. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berhenti dan turun, lalu beliau meletakkan kepalanya di pangkuanku dalam keadaan tidur. Kemudian Abu Bakar datang dan memukul dadaku dengan keras sambil berkata, “Engkau menahan orang-orang karena sebuah kalung!” Aku tidak bergerak karena posisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dan rasa sakit yang aku rasakan. Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dan waktu Subuh telah tiba. Beliau mencari udara namun tidak ditemukan. Maka turunlah ayat, “{Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak melaksanakan shalat}…” (QS. Al-Ma’idah: 6). Kemudian Usaid bin Hudhair berkata, “Semoga Allah memberkahi manusia karena kalian, wahai keluarga Abu Bakar. Kalian tidak lain kecuali keberkahan bagi mereka.” (HR. al-Bukhari : 4322)

Hadis ini menjelaskan bahwa hilangnya kalung Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam perjalanan menuju Madinah mengakibatkan tertahannya rombongan karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam beristirahat di pangkuannya.

Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa ketika waktu subuh tiba dan udara tidak ditemukan untuk berwudhu, Allah menurunkan ayat tentang tayamum sebagai keringanan. Usaid bin Hudhair radhiyallahu ‘anhu kemudian menyatakan bahwa keluarga Abu Bakar selalu membawa keberkahan bagi umat Islam karena peristiwa ini menjadi sebab turunnya kemudahan dalam bersuci.