Keberkahan Dalam Doa dan Penyembuhan Keluarga Rasul


عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا مَرِضَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي. وَفِي رِوَايَةِ يَحْيَى بْنِ أَيُّوبَ بِمُعَوِّذَاتٍ. [ش (نَفَثَ) النَّفْثُ نَفْخٌ لَطِيفٌ بِلَا رِيقٍ.] (رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ٢١٩٢)

Artinya: Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila salah seorang dari keluarganya sakit, beliau meniupkannya dengan membaca surat-surat Al-Mu’awwidzat (Al-Falaq dan An-Nas). Ketika beliau sakit dengan sakit sakit yang menyebabkan wafatnya, saya meniupkannya dan mengulurkannya dengan tangan beliau sendiri karena tangannya lebih besar keberkahannya dari itu.” Dalam riwayat Yahya bin Ayyub disebutkan dengan Al-Mu’awwidzat. [Syarah: (Nafats) Meniup adalah hembusan lembut tanpa mengeluarkan air ludah.] (HR. Muslim: 2192)

Hadis ini menjelaskan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika salah seorang anggota keluarganya sakit, yaitu dia akan meniupkannya sambil membaca surat-surat Al-Mu’awwidzat sebagai bentuk ruqyah (pengobatan dengan doa dan ayat Al-Qur’an).

Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menderita sakit yang membawa kepada wafatnya, Aisyah radhiyallahu ‘anha melakukan hal yang sama kepada beliau. Namun, karena keyakinannya akan keberkahan tangan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam yang lebih besar dari tangan, Aisyah meniupkan dan mengusapkan tangan beliau sendiri ke tubuh beliau. Hadis ini menunjukkan praktik ruqyah yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan Al-Mu’awwidzat dan keyakinan akan adanya keberkahan pada dirinya, bahkan pada sentuhan tangannya.