عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ – رضى الله عنهما – هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُنِى مَعَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan فَجُعِلَ فِى إِنَاءٍ ، فَأُتِىَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – بِهِ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهِ وَفَرَّجَ أَصَابِعَهُ ثُمَّ قَالَ « حَىَّ عَلَى أَهْلِ الْوُضُوءِ ، الْبَرَكَةُ مِنَ اللَّهِ » . ، ، فَجَعَلْتُ لاَ آلُو مَا جَعَلْتُ فِى بَطْنِى مِنْهُ ، فَعَلِمْتُ أَنَّهُ بَرَكَةٌ . قُلْتُ لِجَابِرٍ كَمْ كُنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ أَلْفًا وَأَرْبَعَمِائَةٍ . تَابَعَهُ عَمْرٌو عَنْ جَابِرٍ . وَقَالَ حُصَيْنٌ dan عَنْ سَالِمٍ عَنْ جَابِرٍ خَمْسَ عَشْرَةَ مِائَةً . وَتَابَعَهُ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ عَنْ جَابِرٍ (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ : ٥٦٣٩ )
Artinya; Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, ia meriwayatkan hadis ini dan berkata: “Sungguh aku pernah melihat diriku makan Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan waktu Ashar telah tiba, sedangkan kami tidak memiliki air kecuali sedikit sisa. Lalu sisa air itu diletakkan di dalam bejana, kemudian bejana itu dibawa kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau menyertakan tangannya ke dalam bejana tersebut dan merenggangkan jari-jarinya, kemudian bersabda, ‘Kemarilah wahai ahli wudhu, keberkahan dari Allah.’ Sungguh aku melihat udara bergerak dari antara jari-jarinya, lalu orang-orang berwudhu dan minum. Aku tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memenuhi perutku, maka aku tahu bahwa itu adalah keberkahan.” Aku bertanya kepada Jabir, “Berapa jumlah kalian pada hari itu?” Jabir menjawab, “Seribu empat ratus orang.” Amr meriwayatkan hadis serupa dari Jabir. Hushain dan Amr bin Murrah meriwayatkan dari Salim dari Jabir bahwa jumlah mereka adalah seribu lima ratus orang. Sa’id bin Al-Musayyab juga meriwayatkan hadis serupa dari Jabir. (HR. al-Bukhari : 5639)
Hadis ini menjelaskan bahwa Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma menyaksikan secara langsung sebuah mukjizat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika waktu shalat Ashar tiba dan persediaan air sangat sedikit, hanya tersisa sedikit di dalam sebuah bejana.
Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam memasukkan tangan beliau ke dalam bejana berisi sisa air tersebut dan menyeru para sahabat untuk berwudhu dengan menyebutkan bahwa keberkahan itu ating dari Allah. Kemudian, Jabir radhiyallahu ‘anhu melihat air memacar dengan deras dari antara jari-jari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, sehingga seluruh sahabat yang berkumpul sekitar seribu empat ratus atau seribu lima ratus orang dapat berwudhu dan bahkan minum dari udara yang penuh berkah tersebut. Pengalaman ini membuat Jabir yakin bahwa air yang memancar tersebut benar-benar sebuah keberkahan dari Allah.