Sahur sebagai Sumber Keberkahan dalam Ibadah Puasa


قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً) ش أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ فِي الصِّيَامِ بَاب فَضْلِ السَّحُورِ وَتَأْكِيدِ اسْتِحْبَابِهِ رَقْم (رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ :١٨٢٣)

Artinya: Dari Anas bin Malik – semoga Allah meridhainya – ia berkata, “Saya mendengar Nabi Muhammad – semoga keselamatan dan berkah Allah tercurah kepadanya – bersabda, ‘Tersarahlah (makan sahur), karena dalam sahur terdapat berkah.'” (HR. al-Bukhari: 1823)

Hadis ini menjelaskan bahwa Nabi Muhammad – semoga keselamatan dan berkah Allah tercurah kepadanya – tekanan pentingnya sahur. Sahur adalah makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum fajar sebagai persiapan untuk berpuasa. Nabi menegaskan bahwa di dalam sahur terdapat berkah yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sahur mungkin tampak seperti kegiatan biasa, namun ia memiliki nilai spiritual dan fisik yang besar bagi umat Islam yang berpuasa.

Berdasarkan hadis ini, kita dapat memahami bahwa sahur bukan sekedar kebiasaan, namun merupakan bagian penting dari ibadah puasa yang memiliki keberkahan tersendiri. Dengan mengikuti sunnah Nabi Muhammad – semoga keselamatan dan berkah Allah tercurah kepadanya – umat Islam diberi petunjuk untuk tidak meninggalkan sahur, karena banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tindakan tersebut, baik dari segi kekuatan fisik untuk berpuasa maupun berkah yang menyertainya sepanjang hari.