عَنْ أُمِّ سَالِمٍ الرَّاسِبِيَّةِ قَالَتْ سَمِعْتُ عَائِشَةَ تَقُولُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا أُتِىَ بِلَبَنٍ قَالَ « بَرَكَةٌ أَوْ بَرَكَتَانِ »(رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ : ٣٤٤٦)
Artinya: Ummu Salim ar-Rasibiyyah, berkata Saya mendengar Aisyah radhiyallahu anha berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam apabila didatangkan susu, beliau bersabda, “Ini adalah keberkahan, atau dua keberkahan.” (HR. Ibnu Majah : 3446)
Hadis ini menjelaskan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha menceritakan kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam ketika dihidangkan susu.
Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut susu sebagai keberkahan atau dua keberkahan. Hal ini menunjukkan pengakuan beliau akan nilai dan manfaat susu yang besar, baik dari segi kesehatan, nutrisi, maupun keberkahan rezeki yang terkandung di dalamnya. Penggunaan ungkapan “keberkahan atau dua keberkahan” bisa menunjukkan penekanan akan banyaknya manfaat dan kebaikan yang terkandung dalam susu.