عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ جَدَّةٍ لَهُ (يُقَالُ لَهَا كَبْشَةُ الْأَنْصَارِيَّةُ) أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَا عَلَيْهَا وَعِندَهَا قُرْبَةٌ مَعَلَّقَةٌ. فَشَرِبَ مِنْهَا dan قَائِمٌ، فَقَطَعَتْ فَمَ الْقُرْبَةِ تَبْتَغِي بَرَكَةَ مَوْضِعٍ فِي رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. (رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ: ٣٤٢٣)
Artinya: Dari Abdurrahman bin Abi ‘Amrah dari neneknya (yang dikatakan bernama Kabsyah Al-Anshariyyah), bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam masuk menemuinya dan di sisinya ada geriba (tempat udara) yang tergantung. Beliau minum darinya sambil berdiri. Maka ia (neneknya) memotong mulut geriba itu dengan tujuan mencari keberkahan dari bekas mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. (HR. Ibnu Majah : 3423)
Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah mengunjungi Kabsyah Al-Anshariyyah dan minum dari geriba udara yang tergantung di rumahnya sambil berdiri.
Berdasarkan hadis ini dapat kita pahami bahwa Kabsyah Al-Anshariyyah, karena besarnya kecintaan dan penghormatannya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam serta keyakinannya akan keberkahan yang ada pada dirinya, memotong bagian mulut geriba bekas tempat dia minum. Tindakan ini dilakukannya dengan tujuan mencari keberkahan dari bekas mulut Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Hadis ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam di hati para sahabat dan bagaimana mereka berusaha mendapatkan keberkahan melalui segala sesuatu yang berhubungan dengan beliau.