Nabi Muhammad SAW Menggadaikan Baju Besinya kepada Seorang Yahudi untuk Membeli Makanan secara Hutang


عَنْ عَائِشَةُ: اشْتَرَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ يَهُودِيٍّ طَعَامًا بِنَسِيئَةٍ، وَأَعْطَاهُ دِرْعًا لَهُ رَهْنًا (رواه النَّسَائِي: ٤٦٥)

Artinya: Aisyah berkata: Rasulullah SAW membeli makanan dari seorang Yahudi secara berhutang, dan beliau memberikan baju besinya sebagai jaminan (gadai). (HR an-Nasa’i, 460)

Hadis ini menunjukkan bahwa Islam membolehkan transaksi hutang-piutang dengan jaminan (rahn) selama tidak mengandung riba atau kezaliman. Nabi SAW juga bermuamalah dengan non-Muslim, yang menunjukkan fleksibilitas Islam dalam urusan ekonomi. Selain itu, hadis ini mencerminkan kesederhanaan hidup Rasulullah SAW meskipun beliau adalah pemimpin umat.