Bukti Kebolehan Gadai dalam Syariat Islam


عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مَاتَ وَدِرْعُهُ رَهْنٌ عِنْدَ يَهُودِىٍّ بِثَلاَثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ.(سُنَن ابن ماجه:٢٥٣٣).

Artinya: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata:”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan baju besinya masih tergadai pada seorang Yahudi sebagai jaminan atas tiga puluh sha’ (sekitar 75–90 kg) gandum.” .”(HR. Ibn Mājah, no. 2533)

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW wafat dalam kondisi masih memiliki utang, yang dijamin dengan menggadaikan baju besinya kepada seorang Yahudi. Ini menegaskan kebolehan melakukan gadai (ar-rahn) sebagai bentuk jaminan dalam transaksi utang. Selain itu, hadis ini mencerminkan kesederhanaan dan ketawadukan Nabi meskipun beliau adalah pemimpin umat.