Baju Besi Nabi SAW Tergadai saat Wafat


 عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: تُوُفِّيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَدِرْعُهُ مَرْهُونَةٌ عِنْدَ يَهُودِيٍّ بِثَلَاثِينَ صَاعًا مِنْ شَعِيرٍ، وَقَالَ يَعْلَى: حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، دِرْعٌ مِنْ حَدِيدٍ، وَقَالَ مُعَلَّى: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ، حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ، وَقَالَ: رَهَنَهُ دِرْعًا مِنْ حَدِيدٍ )رواه البخاري:٢٧٥٩)

Artinya:  Dari ‘Aisyah radhiyallāhu ‘anhā, ia berkata: Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wa sallam wafat dalam keadaan baju besi beliau tergadaikan pada seorang Yahudi dengan tiga puluh sha’ (sekitar 90 kg) gandum. Ya‘lā berkata: Telah menceritakan kepada kami al-A‘mash, (yaitu) baju besi dari besi. Dan Mu‘ allā berkata: Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul Wāḥid, telah menceritakan kepada kami al-A‘mash, dan ia berkata: Beliau menggadaikannya dengan baju besi dari besi. )HR al-Bukhori 2759)

Hadis ini menunjukkan kesederhanaan hidup Rasulullah SAW hingga wafat dalam keadaan memiliki utang dan baju besinya tergadai. Beliau tidak segan bertransaksi dengan non-Muslim dalam urusan duniawi. Hal ini menegaskan bahwa bermuamalah secara adil dengan non-Muslim dan menggunakan sistem gadai adalah dibolehkan dalam Islam.