Ka ‘B Bin Al-Asyraf Dihukum Karena Menghina Allah Dan Rasulullah SAW, Serta Kisah Permintaan Gadai Yang Dihina


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لِكَعْبِ بْنِ الْأَشْرَفِ؟ فَإِنَّهُ آذَى اللَّهَ وَرَسُولَهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ». فَقَالَ مُحَمَّدُ بْنُ مَسْلَمَةَ: أَنَا لَكَ بِهِ. فَأَتَاهُ، فَقَالَ: إِنَّا نُرِيدُ أَنْ تُسْلِفَنَا وِسْقًا أَوْ وَسْقَيْنِ. فَقَالَ: ارْهَنُونِي نِسَاءَكُمْ. قَالُوا: كَيْفَ نَرْهَنُكَ نِسَاءَنَا وَأَنْتَ أَجْمَلُ الْعَرَبِ؟! قَالَ: فَارْهَنُونِي أَبْنَاءَكُمْ. قَالُوا: كَيْفَ نَرْهَنُ أَبْنَاءَنَا فَيُسَبَّ أَحَدُهُمْ، فَيُقَالُ: رَهْنٌ بِوِسْقٍ أَوْ وَسْقَيْنِ، هَذَا عَارٌ عَلَيْنَا! وَلَكِنَّا نَرْهَنُكَ اللَّأْمَةَ – قَالَ سُفْيَانُ: يَعْنِي السِّلَاحَ – فَوَاعَدَهُ أَنْ يَأْتِيَهُ، فَقَتَلُوهُ، ثُمَّ أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرُوهُ )رواه البخاري: ٢٣٧٥)

Artinya: Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang akan mengurus Ka‘ab bin Al-Asyraf? Sungguh ia telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya.” Maka Muhammad bin Maslamah berkata, “Saya akan mengurusnya.” Lalu ia mendatanginya dan berkata, “Kami ingin engkau meminjamkan kepada kami satu atau dua wasq (takaran) gandum.” Ka‘ab berkata, “Gadaikan kepadaku istri-istri kalian.” Mereka menjawab, “Bagaimana kami menggadaikan istri-istri kami kepadamu, sedangkan engkau adalah laki-laki paling tampan di Arab?” Ka‘ab berkata, “Kalau begitu, gadaikan anak-anak kalian.” Mereka menjawab, “Bagaimana kami menggadaikan anak-anak kami, lalu salah seorang dicela dengan ucapan: ‘Dia digadaikan demi satu atau dua wasq.’ Ini adalah aib bagi kami! Tapi kami akan menggadaikan kepadamu senjata.” Sufyan berkata: maksudnya adalah senjata. Lalu mereka berjanji akan datang, kemudian mereka membunuhnya. Setelah itu mereka datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memberitahukan kepadanya. )HR Bukhori 2375)

Rasulullah SAW memerintahkan pembunuhan Ka‘ab bin Al-Asyraf karena telah menyakiti Allah dan Rasul-Nya; Muhammad bin Maslamah melaksanakan perintah itu dengan tipu daya hingga berhasil membunuhnya.